Tampilkan postingan dengan label fenomena unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fenomena unik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Juli 2010

Aneh, Pohon Kelor Berdaun Pepaya Tumbuh di Sumenep

Warga Desa Tambak Sari, Kecamatan Rubaru, Sumenep, Madura mempunyai cara tersendiri untuk mengobati penderita demam. Mereka minum rebusan air daun pepaya dan daun kelor.

Tapi jangan salah daun pepaya itu tidak tumbuh seperti umumnya melain tumbuh menempel di pohon kelor. Pohon kelor berdaun pepaya ini menarik perhatian. Banyak warga dari luar dari itu datang untuk melihat pohon yang dipercaya aneh itu.

Pemilik pohon tersebut, Cipno (32), mengatakan, sejak 5 hari lalu ditemukan pohon pepaya yang hidup menempel di pohon kelor banyak warga yang meyakini sebagai obat demam.

"Hasilnya, mereka yang minum air rebusan daun kelor dan pepaya mampu menyembuhkan penderita demam," kata Cipno pada wartawan di rumahnya, Jumat (23/7/2010).

Disisi lain, keyakinan warga juga ditunjang dengan posisi tumbuhnya pohon pepaya diatas pohon kelor yang nempel di sebelah timur daya. Pantauan detiksurabaya.com, pohon pepaya tersebut hidup nempel di atas pohon kelor berada di posisi timur daya.

"Perhitungan jawa, arah timur daya merupakan kejayaan untuk membuat ramuan jamu. Ini dianut sejak nenek moyang kita," ungkapnya.

Pohon kelor itu tingginya 3 meter dan besar sedangkan pohon pepaya panjangnya sekitar 1 meter dan menempel di batang bagian tengah pohon. Pohon pepaya tidak ada yang aneh dan seperti biasa.

"Saya tidak menarik bayaran. Warga bisa meminta secara gratis," ungkapnya.

(wln/wln-detik.com)

Minggu, 21 Maret 2010

Awan Aneh di Wenatchee

Bentuk awan aneh muncul di Wenatchee dan menarik perhatian Howard Lowell. Ia mengambil beberapa foto, mengirim ke Dinas Cuaca Nasional dan muncul di situs lembaga itu.

Apa yang tampak sebagai lubang atau bukaan besar dalam awan itu adalah fenomena tidak biasa yang disebut "pembolong awan."

Menurut layanan cuaca AS, penyebab pasti formasi awan itu tidak diketahui. Tetapi secara teori disebabkan oleh udara menurun atau pesawat masuk awan dan mengganggu penutup awan.

Komposisi seperti itu terjadi pada awan yang terdiri dari kristal es dan tetesan air super-dingin, air yang suhunya di bawah titik beku tetapi masih dalam bentuk cair.

Hanya sedikit gangguan dalam awan dapat menciptakan kekosongan yang memberikan penampilan sebuah lubang di awan.

Dua lubang awan yang terlihat di selatan Wenatchee pada 28 Februari juga terlihat dari gambar satelit dari luar angkasa, menurut layanan cuaca.

Bulan Oktober lalu, sebuah lubang besar awan terbentuk atas Moskow, Idaho yang menghasut desas-desus luas munculnya UFO. Tabloid Inggris The Sun melaporkan bahwa "Misteri UFO Halo" telah terbentuk di atas kota Idaho.[ito-inilah.com]

Selasa, 09 Maret 2010

Sungai di dalam Laut

Adanya sungai di dalam laut Mexico memang menjadi fenomena yang unik dan mengundang perhartian banyak orang, Karena secara ilmiah sungai di dalam laut itu tidak mungkin terjadi. Namun Anatoly Beloshchin, seorang penyelam berhasil mengambil gambar 'sungai di dalam laut' dari kedalaman 60 meter perairan Cenote Angelita, Mexico.


Seperti dilansir crystalkiss.com, di kedalaman lebih dari 30 meter tim penyelam menemukan air tawar di tengah kolom air laut. Kondisi itu berubah dan penyelam kembali menemukan air laut mulai melewati kedalaman 60 meter.


Beberapa meter dari lokasi itu akan ditemukan sebuah gua. Di bagian bawah dekat gua itu tim penyelam menemukan sebuah sungai lengkap dengan pohon dan dedaunan yang mengapung di kolom air itu.


Ternyata lokasi itu bukanlah sungai seperti yang terlihat di daratan. Tetapi, suasana itu memang mirip sungai lengkap dengan lapisan seperti air yang berwarna agak kecoklatan.

Tapi tunggu dulu, warna kecoklatan itu bukanlah berasal dari air tawar. Disebutkan, bagian kecoklatan yang mirip air sungai itu adalah lapisan bagian bawah gas hidrogen sulfida. Gas yang biasanya dihasilkan dari saluran pembuangan kotoran.

Secara keseluruhan, tim penyelam menemukan itu adalah kondisi yang sangat mengejutkan dan menakjubkan untuk dipandang.

"Di kedalaman 60 meter saya menemukan kembali air laut. Saya melihat sebuah sungai, pulau, lengkap dengan daun yang berguguran. Tapi sungai yang kami lihat adalah lapisan dari gas hidrogen sulfida," kata Anatoly.

Source:Vivanews

Jumat, 05 Maret 2010

Hujan Ikan Mengguyur Kota di Australia

Sepanjang akhir pekan lalu, penduduk suatu kota kecil di wilayah tandus Australia bagian utara mengalami berkah yang jarang terjadi. Kota mereka dilanda hujan ikan.

Laman harian The Telegraph mengungkapkan, dalam dua hari berturut-turut Kota Lajamanu di negara bagian Northern Territory kejatuhan banyak ekor ikan. Bersama dengan air hujan, ikan-ikan itu muncul begitu saja dari langit.

Sebagian besar ikan masih dalam keadaan hidup. Hujan ikan itu baru berhenti Senin, 1 Maret 2010.

Para pakar cuaca di Australia yakin bahwa ikan spangled perch, salah satu jenis ikan air tawar di Australia, tampaknya terhisap ke dalam badai. Mereka lalu dibawa angin kencang sebelum akhirnya berguguran di Lajamanu, kota yang jumlah penduduknya hanya 669 orang.

"Badai membawa ikan-ikan itu naik hingga ketinggian 40 ribu hingga 50 ribu kaki di udara," kata seorang pakar senior di Biro Meteorologi Australia, Mark Kersemakers. "Saat mereka ikut dalam 'sistem' badai, mereka membeku. Setelah beberapa waktu, mereka bebas dari badai," lanjut Kersemakers.

Ini merupakan kali ketiga dalam kurun waktu lebih dari 30 tahun di mana Lajamanu dilanda hujan ikan. Peristiwa serupa terjadi pada 1974 dan 2004.

"Biasanya, ikan ada di dalam air. Sekarang ikan-ikan itu jatuh dari langit. Bagaimana kalau sesuatu yang lebih besar jatuh dari langit?" kata Joe Ashley, warga berusia 55 tahun. "Bisa saja besok-besok ada buaya yang akan jatuh dari langit," lanjut Ashley.

sumber : www.id.news.yahoo.com

Minggu, 10 Januari 2010

Benua Afrika retak

Celah sepanjang 55 kilometer di gurun Ethiopia diperkirakan akan berkembang menjadi samudra baru. Celah selebar 6 meter di beberapa titik tersebut mulai terbuka tahun 2005, dan sejumlah ahli geologi yakin itu akan menjadi cikal bakal samudra baru.

Dalam sebuah penelitian yang melibatkan tim peneliti internasional dan dilaporkan dalam jurnal Geophysical Research Letters, terungkap bahwa proses terbentuknya celah itu serupa dengan yang terjadi di dasar samudra. Aktivitas yang sama saat ini juga terjadi di Laut Merah.

Menggunakan kumpulan data seismik dari 2005, para peneliti mencoba merekonstruksi peristiwa itu untuk menunjukkan bahwa celah itu terbuka sepanjang 55 kilometer hanya dalam waktu beberapa hari. Mulanya, Dabbahu, yang merupakan gunung berapi di ujung utara celah, meletus, lalu aliran magma mendorong melalui tengah-tengah celah dan mulai membuka retakan di kedua arah.

"Kita tahu bahwa pegunungan dasar laut muncul akibat desakan magma seperti ini, tapi kita tak pernah tahu bahwa desakan magma bisa membuatnya terpecah seperti ini," kata Cindy Ebinger, Profesor Ilmu Bumi dan Lingkungan Hidup di Universitas Rochester.

Hal itu menunjukkan bahwa gunung berapi aktif di sepanjang tepi lempeng tektonik samudra bisa tiba-tiba pecah dalam bagian yang luas, dan bukan dalam bagian kecil-kecil seperti yang diyakini selama ini. Peristiwa retakan yang datang tiba-tiba di daratan akan lebih berbahaya bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya,” ucap Ebinger.

Lempengan Afrika dan Arab yang bertemu di padang terpencil Afar Ethiopia Utara kini mulai merekah akibat proses itu dengan laju kurang dari 1 inci per tahun selama 30 juta tahun terakhir. Celah ini membentuk depresi Afar sepanjang 300 km hingga Laut Merah. Melalui jalur itu, Laut Merah diperkirakan akan mengalir ke rekahan Ethiopia dan membentuk laut baru sekitar sejuta tahun mendatang. Laut baru itu akan menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden, serta Laut Arab antara Yaman di Jazirah Arab dan Somalia di Afrika Timur.
(kompas)

Minggu, 20 Desember 2009

Ular menjulur dalam Gua pulau Nusakambangan

Gambar ini unik dan mungkin hanya satu-satunya kita jumpai di seluruh dunia. Ceritanya pada waktu itu kami rekreasi ke Nusakambangan dan masuk pada sebuah gua di sana. Nah di dalam gua tersebut kami bisa melihat keindahan alam yang ada, salah satunya ya gambar di samping ini yang saya jepret sendiri dengan kamera digital yang waktu itu saya bawa.

Itu adalah sebuah bukti keagungan ciptaan Allah yang ditunjukkan pada kita untuk bisa dinikmati dan dijaga. menurut saya batu berbentuk ular tersebut terbentuk karena proses alam yang terjadi di gua tersebut sehingga bisa membentuk seperti ular yang menjulur ke bawah.

Masih banyak bukti keindahan ciptaan Tuhan yang bisa kita nikmati dan kita syukuri
blogilicious trah yogyakarta

Kamis, 17 Desember 2009

Penemuan fenomena unik di jagad raya

Para ASTRONOM baru sahja menemukan suatu fenomena yg di anggap spektakuler dalam dunia perbintangan; iaitu TRIPLET QUASAR .

Quasar adalah objek kuno yg luar biasa terang dg pancaran satu triliun Matahari ,bahkan lebih . Objek -objek ini di duga muncul ketika materi panas dlm jumlah besar tersedot ke black hole yg berada di pusat -pusat galaksi .

Walau mungkin lebih kecil dr tata surya kita , namun cahaya sebuah Quasar bisa lebih terang dr cahaya sebuah galaksi dg ratusan meiliar cahaya bintang.

Quasar juga merupakan objek yg amat langka , sehingga kebanyakan di temukan sebagai ''penyendiri '' dr sekitar 100.000 quasar yg di ketahui , hanya sekitar 100 yg berpasangan , dan kini para ilmuwan menemukan satu-satunya sistem yg terdiri dr tiga quasar.

Menurut George Djorgovski , astronom dr California Institut of Technology di Pasadena , temuan ini memberi petunjuk betapa dramatis pembentukan jagad raya dahulu kala ,
dahulu jagad raya jauh berukuran lebih kecil dan galaksi -galaksi lebih sering bertabrakan satu sama lain, saat itulah black hole raksasa di pusat galaksi berinteraksi , menciptakan quasar yg amat kuat .

Adapun trio quasar itu berada pada jarak lebih dr 10 milyar tahun cahaya (atau 90 milyar triliun kilometer ) dr Bumi , artinya apa yg kita lihat saat ini sebenarnya berasal dr masa awal kosmis , mengingat cahayanya baru sampai ke Bumi sekarang , jagad raya sendiri di duga sdh berumur 13,7 milyar th .

Single Electron Tunneling Fenomena Unik dalam Teknologi Nano

Potensi besar teknologi nano sebagai alternatif teknologi di masa depan telah menyedot perhatian dunia peneliti. Sebagaimana asal katanya, teknologi berarti suatu rekayasa terhadap suatu obyek/benda dan nano menunjukkan ukuran obyek dalam skala nanometer (1 nanometer sama dengan sepermiliar meter atau sama dengan jumlah diameter 10 atom). Jadi, teknologi nano berarti sebuah rekayasa teknologi dengan memanfaatkan karakter suatu material pada ukuran nanometer. Lalu, apa keistimewaan material pada ukuran sekecil nanometer sehingga menarik perhatian untuk dijadikan teknologi andalan di masa depan?

Bila kita memotong-motong batangan emas hingga membentuk butiran-butiran serbuk kecil yang lembut, yang kita jumpai adalah walaupun ukurannya berubah, tetapi sifat karakter emas tidak berubah. Ini dikarenakan sebenarnya pada satu butiran emas masih terdapat banyak atom yang tak terhitung jumlahnya. Sebagai gambaran saja, jumlah atom dalam 1 gram emas sebanyak 3x10 21 buah (dihitung dari massa atom emas 196.9). Tetapi, lain kondisinya jika kita memotong-motong emas tersebut secara berulang-ulang hingga butiran-butiran emas berukuran nanometer.

Pada kondisi ini, fenomena aneh muncul ke permukaan. Sebagai contoh, jika pada sebatang kawat terbuat dari emas berdiameter 10 nanometer dialiri arus listrik, sifat penghantaran listriknya tidak lagi mengikuti hukum Ohm, tetapi mempunyai harga penghantar yang diskrit (lompat-lompat). Karakter unik semacam ini sama sekali tidak terlihat pada emas berukuran makro.

Karakter unik inilah yang menjadi landasan dasar teknologi nano, yang ukuran bendanya berstruktur lebih kecil dari ukuran makro (makroskopik), tetapi lebih besar dari ukuran atom (mikroskopik). Di dunia sains, wilayah ini disebut dengan mesoskopik. Wilayah ini merupakan perbatasan antara wilayah fenomena fisika klasik dan fisika kuantum. Dengan latar belakang ini, maka tidak dipahaminya fenomena fisika dalam wilayah mesoskopik ini secara otomatis tidak akan bisa direalisasikan teknologi nano.

Para peneliti berusaha menemukan fenomena-fenomena fisika pada wilayah mesoskopik ini dengan uji coba membuat sistem struktur berukuran nano dan menguji sifat karakter hantaran listrik benda tersebut. Salah satu fenomena tenar yang menjadi pembicaraan hangat di kalangan para ahli fisika dan nanoelektronika adalah fenomena single electron tunneling (terobosan elektron tunggal), yaitu suatu fenomena pengontrolan bergeraknya elektron satu per satu. Sulit dibayangkan bagaimana mungkin pergerakan elektron satu per satu bisa dikontrol? Tetapi begitulah, teknologi nano akan didobrak oleh divais yang bekerja atas dasar fenomena tersebut.

Oleh para ahli, fenomena unik ini biasanya dimunculkan dari sistem struktur transistor, yang kemudian dikenal dengan single-electron transistor (transistor elektron tunggal). Transistor ini pertama kali diperkenalkan oleh TA Fulton dan GJ Dolan dari AT & T Bell Laboratory, Amerika, pada tahun 1987. Jenis transistor ini bisa disebut transistor tipe terbaru dalam sejarah perjalanan transistor. Prinsip kerja transistor ini sebenarnya mirip dengan MOSFET (metal-oxide-semiconductor field-effect transistor), jenis transistor yang kebanyakan dipakai dalam alat-alat elektronika sekarang.

Sebagaimana MOSFET, transistor elektron tunggal juga tersusun atas 3 elektrode, yaitu source, drain, dan gate. Bedanya dengan MOSFET, di antara elektrode source dan drain dibuat "kuantum dot" yang berukuran nanometer, yang mana antara source-dot dan dot-drain hanya dibatasi oleh lapisan isolator yang tipis (hanya beberapa nanometer juga). Satu lagi, antara kuantum dot dan gate dibatasi juga oleh lapisan isolator. Kuantum dot tersebut biasa disebut "pulau", dan lapisan isolator antara source-dot dan dot-drain biasa disebut sambungan terobosan karena lapisannya sangat tipis dan memungkinkan elektron untuk menerobosnya. Pada prinsipnya, dengan memberi beda voltase antara source dan drain sekecil mungkin (mendekati nol), maka pada kondisi voltase gate dengan harga tertentu aliran elektron satu per satu dari source masuk dot kemudian ke drain, akan bisa didapatkan. Kecepatan aliran elektron pun bisa dikontrol dengan pengaturan kombinasi voltase gate dan beda voltase antara source dan drain.

Sejak ditemukan pertama kali, transistor elektron tunggal ini diprediksi akan bisa diaplikasikan dalam sistem digital karena bekerja berdasarkan pengontrolan gerak elektron satu per satu. Tidak hanya itu saja, karena untuk menggerakkan elektron satu per satu hanya diperlukan voltase yang sangat rendah, otomatis transistor ini bisa bekerja dengan energi yang rendah pula (low power). Keunggulan lain, kecepatannya pun jauh lebih cepat dibandingkan dengan jenis transistor yang memasyarakat dewasa ini.

Untuk merealisasikan transistor elektron tunggal ini tentu bukanlah suatu pekerjaan yang mudah karena memerlukan teknologi pembuatan yang punya ketelitian tinggi. Kemudian, karena yang akan dikontrol itu adalah gerakan elektron, otomatis divaisnya pun cukup sensitif. Sifat sensitif inilah yang justru secara teknologi menjadi dinding hambatan untuk mewujudkannya, terutama untuk pembuatan divais secara kolektif. Letak kesulitannya adalah pada pembuatan kuantum dot dan sambungan terobosan. Dengan teknologi semikonduktor sekarang ini pun masih sulit membuat struktur berukuran nano yang berukuran serempak dalam jumlah yang besar. Karena itu, masih cukup sulit untuk membuat rangkaian terpadu IC (integrated circuit) dengan basis transistor elektron tunggal. Tetapi, untuk tahap pembuatan secara individu atau kombinasi sederhana dengan komponen lain, perkembangannya sangat dahsyat, bahkan transistor elektron tunggal yang dahulu ketika diperkenalkan hanya bisa bekerja pada suhu sangat rendah (kira-kira 1 Kelvin atau -272 derajat Celsius), sekarang sudah bisa bekerja pada suhu ruangan. Terinspirasi dari transistor elektron tunggal ini, telah dikembangkan juga bentuk aplikasi-aplikasi lain, seperti memori, pomp, network, dan aplikasi lainnya. Pengembangan ini juga telah ditunjang oleh penelitian secara teori.

Dari segi bahan material, divais elektron tunggal juga telah diuji coba pada berbagai jenis bahan, baik itu logam maupun semikonduktor, seperti GaAs, silikon, dan juga jenis material baru seperti carbon nanotube. Bisa dibuatnya divais elektron tunggal dari jenis silikon sangat menyenangkan bagi para peneliti, terutama bagi perusahaan semikonduktor. Sebab, hal tersebut berarti memberi lampu hijau bahwa divais ini bisa diadopsikan ke dalam divais elektronika dewasa ini. Perlu diketahui bahwa infrastruktur teknologi elektronika dewasa ini masih didominasi oleh silikon.

Dengan demikian, untuk bahan-bahan selain silikon, jika akan diadopsikan ke dalam divais elektronika sekarang, masih diperlukan teknologi interface terlebih dahulu agar bisa familier dengan teknologi silikon. Di Jepang sendiri, perusahaan-perusahaan semikonduktor raksasa, seperti Toshiba, NTT, NEC, Sony, Fujitsu, dan lain-lainnya, juga para peneliti di universitas, berlomba-lomba mempresentasikan perkembangan penelitiannya masing-masing di setiap pertemuan ilmiah bidang fisika atau elektronika.

Begitu juga para peneliti di Amerika dan Eropa tidak ketinggalan dalam persaingan penelitian. Bahkan, sekarang juga sudah berdiri konferensi internasional yang khusus membahas fenomena fisika di wilayah mesoskopik, seperti International Conference on New Phenomena in Mesoscopic Structures dan International Conference on Surfaces and Interfaces of Mesoscopic Devices yang diadakan setiap tiga tahun sekali.Meskipun dari sudut penelitian sudah begitu maju perkembangannya, untuk sampai ke tataran produksi (pasar) masih dibutuhkan waktu dengan alasan seperti yang dikemukakan di atas.

sumebr : http://www.nano.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1084439575&3

Rabu, 16 Desember 2009

pancaran sinar aneh

Sesuatu yang aneh dan unik ada disini

Mungkin anda gak percaya?
tapi itulah kenyataannya yang telah saya liat dengan mata saya sendiri
 
Template by: Abdul Munir